Mungkin tak asing lagi buat kita, tiga kata yang sering kita dengar ketika pelajaran kewarganegaraan,
namun apakah jiwa-jiwa berbhineka tunggal ika ada dalam diri kita? Pertanyaan yang perlu di garis bawahi dan mungkin perlu di perhatikan oleh pemerintah.
Sekarang ini banyak sekali para pemuda-pemudi yang tak lagi memiliki rasa yang terkandung dalam bhineka tunggal ika, banyak sekali tawuran dimana-mana, bukan cuma orang dewasa tapi telah menjalar di dunia pendidikan, anak-anak SMA, Mahasiswa, itu sedikit contoh bahwa rasa berbhineka tunggal ika telah luntur di jiwa para penerus bangsa. Mereka hanya mengedepankan nafsu tidak berfikir secara positif. apakah dengan tawuran bisa menyelesaikan masalah? bukan menyelesaikan tapi malah menambah masalaha saja.
Dahulu para pejuang bangsa dengan gigihnya merebut bangsa dan negara ini dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka demi untuk mencapai kesatuan yaitu NKRI, mereka melebur menjadi satu tak membedakan suku, ras dan agama mereka saling bergotong royong mengusir penjajah. Namun kini disaat para penjajah telah hilang, negara ini dijajah kembali dengan perpecahan yang ditimbulkan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Terkesan lucu sekali dimana para pejuang bersusah payah mempersatukan namun dengan mudahnya sekarang tercerai berai.
Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masalah krisis nasionalisme ini, jangan sampai kita terjajah kembali atau lebih parah lagi perpecahan Indonesia.
coretan kata
Jumat, 19 Oktober 2012
Jumat, 01 Juli 2011
Hidup
Apa itu hidup?
Untuk apa kita hidup ini?
Banyak pengertian tentang hidup, malah terkadang setiap orang mempunyai definisi berbeda-beda tentang hidup, ada yang mendefinisikan hidup ini hanya sementara, hidup ini untuk ibadah, hidup ini untuk ini untuk itu.
Namun apakah kamu itu sudah hidup atau belum? Itulah yang masih mengajal dalam hati kita. Memang secara ilmu pengetahuan kita bisa disebut hidup karena kita memiliki sifat-sifatnya. Akan tetapi jika kita pelajari dalam sudut pandang sosial, kita terkadang belum bisa dikatakan hidup.
Mengapa? Pernahkah kalian melihat orang susah? Pernahkah kalian merasa iba melihat mereka? Pernahkah kalian merasakan bagaimana jika kita di posisi mereka?
Sebenarnya mereka tak menginginkan keadaan mereka seperti ini, namun meraka tak bisa memilih, inilah jalan yang diberikan tuhan kepada mereka. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa hidup. Meminta belas kasih dari kita yang di pandang mampu dan berkecukupan.
Nah, disinilah arti hidup itu sendiri, kita di dunia ini tidak sendiri ada yang miskin dan ada yang kaya, yang kaya bisa membantu orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan yang kaya. Orang-orang yang berkecukupan membantu orang lain yang membutuhan. Bukan hanya uang yang dapat kita berikan kepada orang yang membutuhkan, tapi pikiran, tenaga, waktu kita bisa kita manfaatkan untuk membantu mereka.
Dari sini kita bisa mengaris bawahi jika hidup itu bukan hanya untuk uang,pangkat,kekuasaan, tapi juga untuk membantu sesama manusia tidak memandang suku, ras, dan agama.
Untuk apa kita hidup ini?
Banyak pengertian tentang hidup, malah terkadang setiap orang mempunyai definisi berbeda-beda tentang hidup, ada yang mendefinisikan hidup ini hanya sementara, hidup ini untuk ibadah, hidup ini untuk ini untuk itu.
Namun apakah kamu itu sudah hidup atau belum? Itulah yang masih mengajal dalam hati kita. Memang secara ilmu pengetahuan kita bisa disebut hidup karena kita memiliki sifat-sifatnya. Akan tetapi jika kita pelajari dalam sudut pandang sosial, kita terkadang belum bisa dikatakan hidup.
![]() |
| Pengemis Tua |
![]() |
| Anak-anak jalanan |
![]() |
| Orang Cacat |
Sebenarnya mereka tak menginginkan keadaan mereka seperti ini, namun meraka tak bisa memilih, inilah jalan yang diberikan tuhan kepada mereka. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa hidup. Meminta belas kasih dari kita yang di pandang mampu dan berkecukupan.
Nah, disinilah arti hidup itu sendiri, kita di dunia ini tidak sendiri ada yang miskin dan ada yang kaya, yang kaya bisa membantu orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan yang kaya. Orang-orang yang berkecukupan membantu orang lain yang membutuhan. Bukan hanya uang yang dapat kita berikan kepada orang yang membutuhkan, tapi pikiran, tenaga, waktu kita bisa kita manfaatkan untuk membantu mereka.
Dari sini kita bisa mengaris bawahi jika hidup itu bukan hanya untuk uang,pangkat,kekuasaan, tapi juga untuk membantu sesama manusia tidak memandang suku, ras, dan agama.
Langganan:
Komentar (Atom)


