Pages

Jumat, 19 Oktober 2012

BHINEKA TUNGGAL IKA

Mungkin tak asing lagi buat kita, tiga kata yang sering kita dengar ketika pelajaran kewarganegaraan,
namun apakah jiwa-jiwa berbhineka tunggal ika ada dalam diri kita? Pertanyaan yang perlu di garis bawahi dan mungkin perlu di perhatikan oleh pemerintah.

Sekarang ini banyak sekali para pemuda-pemudi yang tak lagi memiliki rasa yang terkandung dalam bhineka tunggal ika, banyak sekali tawuran dimana-mana, bukan cuma orang dewasa tapi telah menjalar di dunia pendidikan, anak-anak SMA, Mahasiswa, itu sedikit contoh bahwa rasa berbhineka tunggal ika telah luntur di jiwa para penerus bangsa. Mereka hanya mengedepankan nafsu tidak berfikir secara positif. apakah dengan tawuran bisa menyelesaikan masalah? bukan menyelesaikan tapi malah menambah masalaha saja.

 Dahulu para pejuang bangsa dengan gigihnya merebut bangsa dan negara ini dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka demi untuk mencapai kesatuan yaitu NKRI, mereka melebur menjadi satu tak membedakan suku, ras dan agama mereka saling bergotong royong mengusir penjajah. Namun kini disaat para penjajah telah hilang, negara ini dijajah kembali dengan perpecahan yang ditimbulkan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Terkesan lucu sekali dimana para pejuang bersusah payah mempersatukan namun dengan mudahnya sekarang tercerai berai.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masalah krisis nasionalisme ini, jangan sampai kita terjajah kembali atau lebih parah lagi perpecahan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar